Di Indonesia, bahan scaffolding biasanya terbuat dari bambu. Selain lebih murah, bambu juga banyak dipilih karena bersifat tahan gempa.
Berkat kemajuan teknologi, kebanyakan scaffolding saat ini berasal dari tabung atau pipa logam yang dirancang memakai sistem modular.Dibutuhkan keterampilan dan ketelitian yang cukup tinggi untuk dapat menghitung jumlah kebutuhan scaffolding dengan benar. Caranya yakni memperhatikan secara cermat gambar bangunan yang bakal dipasangi scaffolding, lalu buatlah plot ukuran scaffolding di dalam gambar tersebut. Secara garis besar, luas scaffolding yang standar berukuran. 1,2 x 1,8 m serta tingginya 1,7 m atau menyesuaikan jack-base dan u-head
Konstruksi Balok dan Plat Lantai
Pada saat membuat scaffolding di pekerjaan struktur, Anda harus mengutamakan perancah di bagian bangunan yang lebih penting. Contohnya jika ingin membuat balok dan plat lantai, maka berikanlah prioritas pertamakali dengan membangun scaffolding balok terlebih dahulu. Buatlah maping dan perhitungan kebutuhan scaffolding tiap masing-masing balok dahulu
Konstruksi Bata, Pemlesteran, dan Pengecoran
Jika dibandingkan dengan petunjuk di atas, proses perhitungan kebutuhan scaffolding pada pekerjaan pemasangan batubata, pemlesteran, dan pengecoran terbilang lebih gampang. Informasi yang diperlukan hanyalah ukuran panjang dan tinggi area yang ingin dipasangi scaffolding.
